Cari Blog Ini

Penyebab Utama Motor Turun Mesin

Istilah turun mesin menjadi momok bagi semua pemilik kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor. Wajar saja, kalau kendaraan Anda divonis harus turun mesin, Anda dipastikan harus mengeluarkan biaya yang cukup besar.

Turun mesin berarti Anda harus mengganti seluruh bagian mesin akibat terjadi kerusakan parah. Kadang kerusakan hanya terjadi di satu bagian saja, tetapi penggantian tidak bisa dilakukan secara per bagian. Seluruh set mesin harus diturunkan dan diganti dengan yang baru. Jadi masbro harus menyediakan uang yang cukup banyak bahkan sampai jutaan rupiah kalau sampai motor turun mesin.



Berikut adalah beberapa penyebab umum motor mengalami kerusakan hingga harus turun mesin.

1. Sering Telat Ganti Oli Mesin
Oli mesin adalah bagian penting di sepeda motor. Fungsinya sangat vital, untuk membantu mendinginkan suhu serta meminimalisir gesekan di mesin. Pelumas ini bekerja dengan mengisi celah-celah di antara roda-roda gigi gear dan bagian mesin lainnya.

Jika oli mesin tidak diganti sesuai waktunya, maka gesekan yang terjadi akan semakin kasar. Imbasnya, semua komponen akan menjadi cepat aus. Jika terus dipaksakan, bukan tidak mungkin komponen itu akan bengkok atau patah. Meski hanya setang sehernya yang patah, tapi Anda harus mengganti seluruh set mesin.

2. Sering Menerobos Banjir
Menerobos banjir atau genangan air membawa resiko air masuk ke mesin dan bercampur dengan pelumas. Jika air sampai masuk, efeknya tidak akan langsung terasa. Yang pertama adalah kualitas pelumasan akan berkurang karena adanya cairan asing yang masuk. Yang kedua, keberadaan air di dalam mesin juga bisa mengakibatkan karat dan pada akhirnya menyebabkan baret.

3. Tak Mau Servis Besar
Banyak pemotor yang memandang bahwa servis besar tahunan adalah hal yang tidak perlu. Dengan melakukan servis besar setahun sekali, Anda akan memastikan semua kerak sisa pembakaran di dalam mesin akan bisa dibersihkan. Selain itu, servis besar juga berguna untuk memastikan bahwa semua komponen dalam mesin yang jarang dilihat masih dalam kondisi baik.

4. Modifikasi Mesin
Bagi pecinta kecepatan, mungkin sudah tidak asing dengan istilah bore up. Ya, ini adalah modifikasi mesin yang bertujuan untuk meningkatkan performa motor. Bore up berarti menaikkan cc mesin untuk mendapatkan tenaga yang lebih besar. Namun perlu diingat bahwa bore up ini juga memaksa semua bagian mesin untuk bekerja lebih keras dari yang ditetapkan pabrik. Karenanya, risiko komponen menjadi cepat aus juga semakin besar.

5. Malas Mengganti Air Radiator
Air radiator memiliki peran penting untuk mendinginkan mesin saat sedang bekerja. Kalau air radiator habis, mesin akan cepat panas. Dan kalau sampai mengalami overheating (panas yang berlebihan) mesin bisa nge-jam. Bagian dalam mesin mengembang karena terlampau panas, oli tidak bisa bersirkulasi dengan baik, dan ruang gerak piston terlalu rapat. Motor pun akan kehilangan tenaga karena piston tak bisa bergerak, bahkan saat digas. Kalau terus dipaksakan, blok silinder bisa baret, setang seher bisa patah, dan klep bisa bengkok.

6. Perilaku Berkendara yang Buruk
Penggunaan yang sesuai prosedur akan membuat mesin anda awet tanpa masalah. Tapi penggunaan ugal-ugalan, sering menggeber motor, serta penarikan gas yang sembrono juga bisa bikin mesin Anda menderita dan cepat aus. Jika diperlakukan dengan baik, mesin motor juga akan tahan lama.

Itu tadi beberapa penyebab motor turun mesin, intinya bagaimana kita merawat motor dan perlu perawatan yang rutin. Semoga informasi yang kita sampaikan bermanfaat.



Postingan Populer