Cari Blog Ini

Rantai Motor Putus, Simak Penyebab dan Solusinya

 Rantai Motor Putus, Simak Penyebab dan Solusinya



Pada sepeda motor jenis bebek dan sport keberadaan rantai (chain drive) masih memiliki fungsi yang sangat vital. Betapa tidak, rantai ini akan menyalurkan putaran dari output transmisi ke roda. Sehingga roda belakang motor dapat bergerak.

Namun apa jadinya kalau rantai motor ini putus? Tentu sekencang apapun mesin dihidupkan motor tidak akan bisa berjalan karena rantai ini satu-satunya penghubung tenaga antara transmisi ke roda motor. Dan masalah rantai putus ini nyatanya sering dialami, dan yang lebih parah masalah ini sering terjadi saat kita dalam perjalanan.
Penyebab Rantai Motor Putus 

1. Pengaruh Penyetelan Rantai Yang Terlalu Tegang

Menyetel rantai memang penting, tapi penyetelan yang salah justru dapat menimbulkan petaka bagi motor. Contohnya apabila penyetelan rantai terlalu kencang, idealnya rantai masih memiliki jarak bebas sekitar 20 hingga 30 mm pada saat kondisi rantai dingin.

Kalau nyatanya jarak bebas kurang dari yang dituliskan otomatis akan ada ketegangan yang lebih tinggi pada rantai motor, dengan kata lain rantai motor akan lebih tertarik. Hasilnya, meskipun rantai ini terbuat dari logam rantai bisa putus karena mendapatkan beban tarikan terus menerus. Apalagi kalau ditambah faktor luar lain seperti medan naik turun, atau beban motor lebih berat otomatis rantai bisa berpotensi putus.

Oleh sebab itu, tips pertama untuk mengantisipasi masalah rantai putus adalah dengan mengecek jarak bebas rantai tiap kali sebelum berkendara. Pastikan sesuai dengan spesifikasi yang tertera.

2. Faktor Beban Motor Atau Medan Yang Terjal

Rantai pada motor bebek dan motor cross itu berbeda. Rantai motor cross dibuat lebih tebal sehingga lebih kuat karena medan yang ditempuh oleh motor cross itu off road. Ada tanjakan, ada turunan terjal.

Tetapi kalau motor bebek digunakan untuk naik turun seperti cross tentu saja rantainya bisa putus. Ini karena beban pada sepeda motor akan lebih berat saat menanjak, coba saja anda mengayuh sepeda pada tanjakan pasti terasa lebih berat.

Kalau beban motor lebih berat maka rantai juga akan menerima tekanan lebih, dan ini bisa memperpendek umur rantai motor. Oleh karena itu ketika anda akan membawa beban berat atau melintasi medan terjal anda cek dulu umur rantai dan kondisi fisik rantai. Kalau rantai sudah berumur lebih dari 25.000 KM ada baiknya anda membawa rantai cadangan plus satu set kunci untuk mengganti rantai motor.

3. Umur Rantai Sudah Terlalu Lama 

Rantai motor sudah dikatakan expired itu ketika umur rantai melebihi 25 ribu KM (setiap motor berbeda), kalau masa pakai motor anda sudah melebihi angka tersebut dan belum ada histori penggantian rantai maka rantai bisa putus kapanpun.

Ini karena setiap part pada motor itu pasti memiliki masa pakai, ada yang masa pakainya rendah seperti oli mesin dan ada pula yang masa pakainya lama seperti shock breaker dan gear set.

4. Karat Pada Rantai

Karat itu hasil dari oksidasi logam dalam hal ini logam pembentuk rantai, kita tahu sendiri logam yang karatan itu biasanya cepat rapuh sehingga kalau rantai sudah berkarat siap-siap saja dalam waktu dekat rantai bisa putus.

Sebenarnya karat yang hadir pada rantai motor itu disebabkan karena kita tidak melakukan perawatan terhadap rantai motor, beberapa hal yang memicu karat pada rantai adalah ;

 πŸ“Œ Rantai sering terkena air hujan

 πŸ“Œ Rantai tidak pernah dilumasi dengan chain lube (pelumas khusus rantai)

 πŸ“Œ Motor jarang digunakan sehingga rantai jarang bergerak.

Kalau anda sudah melihat rantai mulai ada pada rantai motor maka siapkan saja rantai baru sebagai rantai cadangan karena rantai bisa putus kapan saja.

Hal-hal yang bisa anda lakukan untuk merawat rantai motor antara lain ;

 πŸ“Œ Pastikan anda melumasi rantai motor anda (tidak perlu rutin asal rantai tidak kering)

 πŸ“Œ Jangan gunakan oli bekas untuk melumasi rantai karena bisa memancing debu untuk melekat ke rantai

 πŸ“Œ Pastikan anda memperhatikan ketegangan rantai tiap kali akan berkendara jarak jauh.



Bagaimana Solusinya Kalau Rantai Motor Putus?

Opsi pertama segera ganti rantai motor yang putus, langkah penggantian diambil kalau kondisi fisik rantai sudah karatan atau karena masa pakai rantai sudah expired. Namun, kalau rantai itu putus karena faktor luar seperti faktor medan yang sangat terjal atau beban yang berlebihan maka anda bisa menyambungkanya kembali.

Caranya dengan menggunakan connecting chain baru (logam penyambung antar rantai), mungkin anda perlu memotong satu rantai dan kembali menyambungkannya menggunakan connecting chain yang baru. Proses ini bisa dilakukan dengan tang lancip. Namun, karena kita memotong satu rantai maka panjang rantai akan semakin kecil sehingga perlu juga dilakukan penyetelan ulang.


Itu saja artikel singkat tentang Penyebab Dan Cara Atasi Rantai Motor Putus semoga bermanfaat:)

Postingan Populer